3 CARA CERDAS MEMBUAT RESOLUSI TAHUN BARU MENURUT DR. ARTHUR BROOKS

3 CARA CERDAS MEMBUAT RESOLUSI TAHUN BARU MENURUT DR. ARTHUR BROOKS

Tahun baru sebenarnya hanya pergantian bulan dari Desember ke Januari. Perubahan tahun dari tahun 2025 ke 2026. Banyak orang memanfaatkan momen tahun baru untuk membuat resolusi, meskipun akhirnya resolusi itu tak pernah tercapai. Padahal dengan lantang orang mengatakan new year, new you.

     Dr. Arthur Brooks, seorang penulis dan pengajar di Harvard Business School, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa sebanyak sepertiga hingga setengah dari masyarakat Amerika membuat resolusi tahun baru. Sebanyak 22 persen, resolusi itu sudah gagal dalam waktu satu minggu. Sebanyak 50 persen, resolusi yang dibuat gagal dalam kurun waktu tiga bulan. Dan sebanyak 81 persen resolusi itu gagal seiring dengan berakhirnya tahun.

Mengapa resolusi itu tidak pernah terwujud? Menurut Dr. Arthur Brooks, resolusi tahun baru gagal karena motivasi yang dibuat bersifat negatif. Kalimat yang digunakan adalah kalimat negatif. Misalnya, “Saya tidak akan merokok.” Atau “Saya tidak akan menunda-nunda lagi.” Motivasi orang untuk melakukan sesuatu yang bernada negatif lambat laun akan pudar. Maka tak heran jika dalam waktu satu minggu saja, atau dalam hitungan tiga bulan, resolusi itu sudah gagal.

Selain itu, orang lebih cenderung memilih immediate gratification. Mereka ingin mendapatkan kepuasan yang instan, tidak memikirkan tujuan jangka panjang. Padahal, ressolusi yang dibuat adalah untuk menjadi lebih baik di tahun berikutnya. Akibatnya, dalam waktu singkat resolusi itu gagal total.

Maka dari itu, Dr. Arthur Brooks memberikan tiga langkah cerdas untuk membuat resolusi tahun baru. Pertama, buatlah resolusi tahun baru yang positif. Daripada mengatakan “saya akan mengurangi makanan sampah (junk foods)”, lebih baik diubah menjadi “saya akan makan makanan yang bergizi, lezat, dan diolah dengan cara yang sehat.” Dengan demikian, otak akan tergerak untuk selalu menyiapkan makanan yang bergizi, yang dimasak sendiri dengan cara yang sehat dan rasanya lezat.

Kedua, buatlah resolusi itu menjadi tujuan-tujuan kecil yang progresif. Resolusi itu bisa dipecah menjadi tujuan harian, mingguan, atau bulanan. Misalnya, dengan cara membaca dua halaman sehari, berjalan dua kilometer sehari, dan seterusnya. Seperti yang dibahas dalam buku Atomic Habits karya James Clear, kebiasaan kecil itu akan lebih mudah dilakukan dan akan mudah menjadi kebiasaan. Jika satu hari membaca dua halaman, maka satu tahun sudah membaca 730 halaman. Jika sehari berjalan dua ribu langkah, maka dalam satu tahun sudah akan berjalan sebanyak 730 ribu langkah.

     Ketiga, jika resolusi itu berifat negatif, buatlah kalimat negatif yang tepat. Misalnya, “saya tidak akan membuka HP begitu bangun tidur”, “saya tidak akan membaca atau mendengarkan berita-berita politik.” Dengan demikian, resolusi itu mudah dilaksanakan dan akan berhasil hingga akhir tahun.

Happy New Year, everybody. New Year, New You, More Happiness.

Pexels June 1735092

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga